Selasa, 07 Maret 2017

NEW
DIPASARKAN RUMAH BARU MURAH 2 LANTAI 100% MURNI SYARIAH


It's Time to Buy!
Best Offer :

Rumah 2 lantai harga 1 lantai

Dapatkan penawaran terbaik saat Soft launching bulan ini dg harga Rp 547 jutaan.

Spek properti : 
※ Luas Bangunan = 84 m2
※ Luas tanah = 126 m2
※ Lebar muka 8,1 m
※ 3 Kamar tidur
※ 2 Kamar mandi
※ Ruang tamu
※ Ruang keluarga
※ Ruang makan ※ Dapur
※ Taman depan ※ Taman belakang
※ Carport
※ SHM

Yang lebih ajiib nya lagi, Rumah ini dapat Anda miliki dengan cara sesuai Syar'i yang di Ridhoi Allah.
Hati tenang dan tentram, bahagia tanpa semu, bebas dari jeratan Ribawi yang membahayakan diri & keluarga dr kemurkaan dan tantangan perang langsung dari Allah karna pola penjualan kami :

#GakPakeBank
#GakPakeBunga
#GakPakeDenda
#GakPakeSita
#GakPakeAsuransi
#GakPakePenalty
#GakDoubleAkad
#GakPakemahal
#GakPakeRibet

Kami sediakan juga skema tempo Cicilan Flat Rp 5.318.078 selama 240x (Tempo 20 tahun). Jangan tunda Niat baik Anda untuk keluarga tercinta, buktikan Rumahku Surgaku dengan memilih cara yg benar membeli rumah sesuai hukum2 Allah.

Anda minat?
Hubungi Marketing kami :
0813-1336-4593

Atau isi form NUP Online berikut ini :

http://bit.ly/nuppvjr

Isi kolom nama marketing (yg mereferinsikan) dg kode :

...promomaret...
Salam Berkah!


e-Brochure PVJ-R


PETA LOKASI




Seorang Mu'min tidak hanya sekedar memikirkan & berupaya punya Rumah semata.
Tapi ia juga sepatutnya memperhatikan dengan teliti : 

'Bagaimana memperolehnya sesuai dengan cara yang mendatangkan keberkahan dan keridho-an Allah Azza wa Jalla (sesuai dg hukum2 Allah Swt)'

PREVIEW LOKASI PROYEK




KANTOR PEMASARAN PVJ-R


Jl. Mayor Abdurrahman No.130, @CihoPhoto, Pujasera Sawopolo, Sumedang.
(Depan Griya Plaza Sumedang)

PVJ RESIDENCE SUMEDANG

Read More

Senin, 27 Februari 2017

 Assalamu 'alaykum wa rohmatullah,

Semoga Allah ta'ala senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya untuk kita semua.

Saudaraku yang dirahmati Allah, kita telah berada disuatu masa yang penuh dengan fitnah akhir zaman. Pengertian fitnah meliputi malapetaka, ujian, cobaan, selanjutnya istilah fitnah sering digunakan dalam perkara-perkara yang mendatangkan cobaan. 

Rasulullah Saw memperingatkan "Sesungguhnya salah satu tanda-tanda Kiamat adalah terjanya fitnah-fitnah besar yang menyebabkan bercampur aduk antara hak dan bathil. Sehingga iman menjadi mudah bergoncang." (Shahih Muslim: II/133).

Nabi Saw juga bersabda : "Sesungguhnya tiada seorang Nabi pun sebelum saya, melainkan pasti ia menunjukkan kepada umatnya sesuatu yang paling baik yang ia ketahui. Dan sesungguhnya umat ini, telah dijadikan keselamatannya pada generasi pertamanya. Dan generasi belakangnya akan ditimpa bencana dan perkara-perkara yang kamu ingkari. Juga akan timbul fitnah, sehingga merusak sebagian yang lain. Kemudian akan datang lagi fitnah. Dan orang yang beriman akan berkata, ' Ini...Ini...! Sebab itu, Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, hendaklah ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir.' (Shahih Muslim: XII/232-233)

Demikian banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang fitnah pada akhir zaman. Dan Rasulullah Saw telah memperingatkan umatnya akan fitnah-fitnah tersebut, dan menyuruh mereka untuk memohon perlindungan darinya. Dan untuk dapat selamat dari fitnah-fitnah tersebut, semata-mata dengan mempertebal keimanan, dan berpegang teguh terhadap sunnah Nabi Saw, dan senantiasa berusaha menjauhkan diri dari fitnah tersebut diiringi memohon perlindungan kepada Allah Swt. Beliau bersabda, "Berlindunglah kepada Allah dari fitnah-fitnah yang tampak dan yang tidak tampak." (Shahih Muslim: XVII/203)

Mengenai fitnah-fitnah yang akan menimpa umat Muhammad Saw ini telah banyak diungkap oleh para 'alim ulama saat ini, hanya saja terkadang hati sedang tidak peka dan berujung pengabaian terhadap persiapan-persiapan untuk menghadapinya. Karena keterbatasan, kami tidak dapat menyuguhkan seluruh fitnah-fitnah akhir zaman tersebut. 

Namun untuk kemaslahatan bersama dan masih menyangkut dunia properti maka kita akan angkat salah satu  persoalan fitnah akhir zaman tersebut.

FITNAH MERAJALELA RIBA

Rasulullah Saw, bersabda : "Menjelang datangnya hari Kiamat , riba akan merajalela." (Thabrani : At Targhib Wat Tarhib III/9)

Dalam sabda beliau yang lainnya, "Sungguh akan datang pada manusia suatu zaman yang pada waktu itu orang tidak memperdulikan lagi harta yang diperolehnya. Apakah dari jalan halal atau dari jalan haram." (Shahih Bukhari:IV/313. Sunan Nasa'i:VII/234)

Kandungan atau isi hadits-hadits ini telah terbukti pada banyak kaum muslimin pada masa sekarang ini. Kaum muslimin sudah tidak begitu peduli akan yang halal. Baik dalam segi usaha mencari nafkah ataupun dalam segi makan dan minum. Dan Pada saat ini riba demikian merajalela dengan berbagai macam bentuk di seluruh sektor kehidupan manusia, sehingga ftnah ini sangat sulit dihindari bagi kaum muslimin.

Sangat banyak sistem mu'amalah yang sarat dengan praktek ribawi. Banyak Bank yang muncul dengan menawarkan racun-racun riba, yang akan memusnahkan rezeki kaum muslimin. Bila saat itu datang, maka hidup zuhud dan wara' adalah jalan keluar yang paling menyelamatkan.

Rasulullah SAW pernah bersabda: "Akan datang pada manusia zaman, ketika seseorang harus memilih antara KELEMAHAN dan KEMAKSIATAN. Maka barangsiapa mengalami zaman itu, hendaklah dia memilih kelemahan daripada kemaksiatan." (HR Al Hakim)

Hari ini banyak kaum muslimin yang menggadaikan keyakinannya dengan melakukan keharaman (baca; kemaksiatan) demi untuk mendapatkan sesuatu, mulai dari bertransaksi dengan cara yang Riba termasuk dalam urusan memiliki property. Atas nama manfaat, mereka berani melakukan kemaksiatan tersebut. 

Tentu saja hal ini berdasarkan untuk menghindari kelemahan (karena lemah itu dianggap hina), mereka lebih memilih melakukan kemaksiatan. Padahal Nabi berpesan, pilihlah kelemahan jika kita dihadapkan pada 2 pilihan antara lemah atau maksiat! 

Namun jangan berkecil hati begitu saja, Islam memberi larangan dan anjuran tentu untuk kemaslhatan pemeluknya. Untuk mendapatkan sesuatu yang pokok seperti Rumah, bukan berarti tidak ada solusi seakan-akan hanya bisa didapatkan (dibeli) dengan cara Ribawi yaitu proses KPR kepada Bank baik konvensional maupun syariah.
Ternyata, solusinya kami temukan di Bisnis Property Syariah. Dengan skema property syariah ini kita bisa menjadi kuat dan insyaallah juga makin taat. Jika kita dihadapkan pada 2 peluang antara KEKUATAN dan KETAATAN, maka pilihlah kedua- duanya. Ambillah kedua-duanya. Lakukan kedua-duanya, Think Both bukan salah satunya saja!

Ayo saudara/i kaum muslimin dimanapun Anda berada mari kita wujudkan solusi bagi ummat Islam agar dapat meraih keberkahan dan kebahagian dalam memiliki Rumah/Hunian yang berkah dan syariah sesuai tuntunan Islam. Kami mengajak Anda untuk bergabung bersama dalam komunitas 'Inspirator Properti' binaan PT. PVJ yang memiliki Visi dan Misi  : 



Dukungan Anda adalah bentuk kesadaran akan pentingnya menebar solusi agar kita dan ummat Islam terlepas dari sistem Ribawi sehingga keberkahan dan rahmat Allah hadir dalam setiap kehidupan kaum muslimin. Untuk penyemangat bersama mari kita simak Anjuran Allah Swt kepada Mukminin dan Janji-Nya terhadap tindakan baik yang di perbuat oleh kaum mu'minin :

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

71. Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi (1) penolong bagi sebagian yang lain. (2) Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, (3) melaksanakan shalat, (4) menunaikan zakat, dan (5) taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana

LIMA ANJURAN Allah kepada mukmin untuk MERAIH RAHMAT dan kasih-Nya yaitu: tolong-menolong (ta'awwun), amar makruf, nahi mungkar, shalat, zakat dan taat.

Bismillah mari bangun Bisnis Property Syariah dengan kekuatan ta'awanu 'alal birri wat taqwa, dimulai dari diri kita sendiri, dukung dan terus bantu pertumbuhan dan perkembangan proyek-proyek developer syariah saudara/i muslim kita yang sudah turut andil memajukan ekonomi ummat islam. Semoga umat Islam semakin dirahmati oleh Allah dan terwujudlah pemukiman yang membangun peradaban Islam, meninggikan hukum-hukum Allah, dan menyiapkan generasi-generasi Taqwa yang siap menjadi penolong Agama Allah.

Salam Berkah 

Fahd Utama Putra
WA 085314156444

Join Telegram : @inspiratorproperti
t.me/inspiratorproperti

Join Marketing, silahkan registrasi online : http://bit.ly/daftarmarketingPVJR

SOLUSI DIBALIK MERAJALELA RIBA

Read More




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Suatu saat nanti manusia akan mengalami suatu masa, yang ketika itu semua orang memakan riba. Yang tidak makan secara langsung, akan terkena debunya.” (Hr. Nasa`i, no. 4455)

Meski secara sanad, hadits di atas adalah hadits yang lemah, namun makna yang terkandung di dalamnya adalah benar, dan zaman tersebut pun telah tiba. Betapa riba dengan berbagai kedoknya saat ini telah menjadi konsumsi publik, bahkan menjadi suatu hal yang mendarah daging di tengah banyak kalangan. Padahal, ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang riba sungguh mengerikan, bagi orang yang masih memiliki iman kepada Allah dan hari akhir.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِيَّاكَ وَالذُّنُوبَ الَّتِي لا تُغْفَرُ: الْغُلُولُ، فَمَنْ غَلَّ شَيْئًا أَتَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَآكِلُ الرِّبَا فَمَنْ أَكَلَ الرِّبَا بُعِثَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَجْنُونًا يَتَخَبَّطُ

Dari Auf bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah dengan dosa-dosa yang tidak akan diampuni. Ghulul (korupsi). Barangsiapa yang mengambil harta melalui jalan khianat, maka harta tersebut akan didatangkan pada hari kiamat nanti. Demikian pula pemakan harta riba. Barangsiapa yang memakan harta riba, maka dia akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan gila dan berjalan sempoyongan.” (Hr. Thabrani)

Berdasarkan hadits tersebut, maka pelaku riba itu telah menghalangi dirinya sendiri dari ampunan Allah.
Makna hadits di atas bukanlah menunjukkan bahwa meski orang yang memakan riba sudah bertobat, dia tetap tidak akan diampuni oleh Allah. Akan tetapi, maksudnya adalah menunjukkan tentang betapa besar dan mengerikannya dosa memakan riba.
Umat Islam bersepakat berdasarkan berbagai dalil dari al-Quran dan sunnah, bahwa orang yang bertobat dari dosa, maka Allah akan menerima tobatnya, baik dosa tersebut adalah dosa kecil maupun dosa besar.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَيَبِيْتَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى أَشَرٍ وَبَطَرٍ وَلَعِبٍ وَلَهْوٍ فَيُصْبِحُوا قِرَدَةً وَخَنَازِيْرَ بِاسْتِحْلاَلِهِمُ الْمَحَارِمَ وَاتِّخَاذِهِمُ الْقَيْنَاتِ وَشُرْبِهِمُ الْخَمْرَ وَأَكْلِهِمُ الرِّبَا وَلُبْسِهِمُ الْحَرِيرَ

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh ada sejumlah orang dari umatku yang menghabiskan waktu malamnya dengan pesta pora dengan penuh kesombongan, permainan yang melalaikan, lalu pagi harinya mereka telah berubah menjadi kera dan babi. Hal ini disebabkan mereka menghalalkan berbagai hal yang haram, mendengarkan para penyanyi, meminum khamr, memakan riba, dan memakai sutra.” (Hr. Abdullah bin Imam Ahmad, dalam Zawa`id al-Musnad [Musnad Imam Ahmad, no. 23483].)

Pada saat haji wada`, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ كُلُّ شَىْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَىَّ مَوْضُوعٌ وَدِمَاءُ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعَةٌ وَإِنَّ أَوَّلَ دَمٍ أَضَعُ مِنْ دِمَائِنَا دَمُ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ كَانَ مُسْتَرْضِعًا فِي بَنيى سَعْدٍ فَقَتَلَتْهُ هُذَيْلٌ وَرِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ وَأَوَّلُ رِبًا أَضَعُ رِبَانَا رِبَا عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَإِنَّهُ مَوْضُوعٌ كُلُّهُ

“Ingatlah, segala perkara jahiliah itu terletak di bawah kedua telapak kakiku. Semua kasus pembunuhan di masa jahiliah itu sudah dihapuskan. Kasus pembunuhan yang pertama kali kuhapus adalah pembunuhan terhadap Ibnu Rabi’ah bin al Harits. Dulu, dia disusui oleh salah seorang dari Bani Sa’ad, lalu dibunuh oleh Hudzail. Riba jahiliah juga telah dihapus. Riba yang pertama kali kuhapus adalah riba yang dilakukan oleh Abbas bin Abdil Muthallib. Sungguh, semuanya telah dihapus.” (Hr. Muslim, no. 3009; dari Jabir bin Abdillah)

Dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa riba itu berada di bawah telapak kaki beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk menunjukkan betapa rendah dan hinanya pelaku riba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menilai riba sebagai perkara jahiliah.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي ، فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ ، فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ ، وَعَلَى وَسَطِ النَّهْرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ ، فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِى فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِى فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ ، فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ ، فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِى النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا

Dari Samurah bin Jundab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semalam aku bermimpi, bahwa ada dua orang yang datang, lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang suci. Kami berangkat, sehingga kami sampai di sebuah sungai berisi darah. Di tepi sungai tersebut terdapat seseorang yang berdiri. Di hadapannya terdapat batu. Di tengah sungai, ada seseorang yang sedang berenang. Orang yang berada di tepi sungai memandangi orang yang berenang di sungai. Jika orang yang berenang tersebut ingin keluar, maka orang yang berada di tepi sungai melemparkan batu ke arah mulutnya. 
Akhirnya, orang tersebut kembali ke posisinya semula. Setiap kali orang tersebut ingin keluar dari sungai, maka orang yang di tepi sungai melemparkan batu ke arah mulutnya sehingga dia kembali ke posisinya semula di tengah sungai. Kukatakan, ‘Siapakah orang tersebut?’ Salah satu malaikat menjawab, ‘Yang kau lihat berada di tengah sungai adalah pemakan riba.’” (Hr. Bukhari, no. 1979)

Dalam hadits di atas, tampak jelas sekali tentang betapa kerasnya hukuman bagi pemakan riba, sementara ketika di dunia dia mengira bahwa dirinya bergelimang kenikmatan.
Akhirnya, seluruh umat Islam beserta segenap ulamanya, baik yang terdahulu ataupun yang datang kemudian, telah sepakat bahwa riba adalah haram. Mereka juga menegaskan bahwa bunga bank dan yang semisal dengannya adalah haram. 

Mereka juga sepakat bahwa siapa saja yang menghalalkan riba, maka dia kafir. Serta, siapa saja yang melakukan transaksi riba, namun masih memiliki keyakinan bahwa riba itu haram, maka dia telah melakukan dosa besar, tergolong sebagai orang yang fasik dan berani memerangi Allah dan rasul-Nya.

Para ulama telah menetapkan haramnya bunga yang telah dipatok di awal transaksi, misalnya 3%, 5%, dan seterusnya. Para ulama telah membantah orang-orang yang menghalalkan bunga bank dan merontokkan argumen-argumen mereka secara total. Tidak ada perbedaan antara bunga pinjaman, baik dalam jumlah kecil atau pun dalam jumlah besar. Semuanya adalah riba yang diharamkan.

Penulis: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar, S.S.
 Sumber Artikel: pengusahamuslim.com


KONDISI YANG SEDANG TERJADI DI ZAMAN INI

Read More

Copyright © 2015-2016 Property Van Java | Designed With By Elegance Templates | Distributed By PROPERTY VAN JAVA
Scroll To Top